HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN SEDAYU, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA

Dedi, Fedriansyah (2016) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN SEDAYU, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ALMA ATA.

[img]
Preview
Text (Naskah Publikasi)
NASPUB DEDI ok.pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I & DAFTAR PUSTAKA)
DEDI F_BAB 1_DAPUS.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://elibrary.almaata.ac.id

Abstract

Latar belakang : Stunting merupakan keadaan kurang gizi menurut indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) yang banyak terjadi pada anak balita terutama di negara-negara berkembang. Masalah stunting pada balita akan mempengaruhi kondisi balita pada periode siklus kehidupan berikutnya. Prevalensi stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 27% sedangkan Kabupaten Bantul sebesar 18,08%, sedangkan prevalensi stunting balita di Kecamatan Sedayu sebesar 16,93%. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Metode :Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan subjek adalah anak usia 6-23 bulan, besar sampel 190 baduta. Subyek dipilih dengan metode pengabilan data menggunakan probability proportional to size (PPS). Faktor sosial ekonomi yang diukur adalah,, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua dan pengeluaran rumah tangga. Data di analisis dengan menggunakan chi-square. Hasil : Hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan kejadian stunting, Pendidikan Ibu (p Value 0.921 (p > 0,05))( OR = 1.011 (95% CI : 0.542 1.967), pendidikan ayah (p = 0.779 (p > 0,05))(OR = 1.103(95% CI ;0.557-2.182), pekerjaan ibu (p Value 0.561 (p > 0,05))(OR = 0.872 (95% CI : 0.437 1.568), pekerjaan ayah (p Value 1.000 (p > 0,05)) pengeluaran pangan rumah tangga (p Value 0.000 (p < 0,05))(OR = 3.749 (95% CI : 1.912 7352)). Analisis chi-square menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan stunting adalah pengeluaran pangan rumahtangga (p Value 0.000 (p < 0,05))(OR = 3.749 (95% CI : 1.912 7352)). Kesimpulan : tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu dan ayah bukan faktor risiko terjadinya stunting. Pengeluaran pangan rumah tangga merupakan faktor risiko terjadinya stunting. Kata Kunci : stunting, pendidikan, pekerjaan, pengeluaran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: ILMU ILMU KESEHATAN > ILMU GIZI
Divisions: FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN > PRODI S1 ILMU GIZI
Depositing User: Pustakawan Dian Nugroho Prasetyo
Date Deposited: 01 Mar 2018 05:07
Last Modified: 14 Oct 2019 04:31
URI: http://elibrary.almaata.ac.id/id/eprint/705

Actions (login required)

View Item View Item